Diduga Tak Dapat MBG Program Presiden Prabowo, Orang Tua Siswa Mengamuk di Sekolah

Takalar,15menit.com – Keributan sempat terjadi di SDN 179 Balang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.sabtu 13-03-2026

Sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah tersebut untuk memprotes jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut tidak diberikan kepada anak mereka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya empat orang tua siswa datang langsung ke sekolah dalam kondisi emosi karena merasa anak mereka tidak mendapatkan jatah MBG.

Para orang tua menilai makanan tersebut merupakan hak siswa sebagai bagian dari program pemerintah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah sekaligus membantu meringankan beban keluarga.

Apalagi saat ini masyarakat tengah menjalani Ramadan, sehingga sebagian orang tua berharap program tersebut tetap dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, terutama bagi siswa dari keluarga yang membutuhkan

Namun menurut keterangan pihak guru di sekolah tersebut, pembagian MBG hanya diberikan kepada siswa yang hadir di sekolah dan diambil langsung oleh siswa yang bersangkutan.

“Harus siswa yang datang ke sekolah yang mengambil. Kalau tidak datang sekolah, maka tidak diberikan,” ujar salah seorang guru saat menjelaskan kepada orang tua siswa.

Kebijakan tersebut kemudian memicu protes dari orang tua yang mempertanyakan mekanisme pembagian makanan tersebut.

Mereka menilai program MBG merupakan bantuan pemerintah untuk siswa sehingga seharusnya tetap bisa diterima oleh anak-anak meskipun mereka tidak hadir di sekolah, misalnya karena sakit atau alasan tertentu.

Sementara itu, Kepala SDN 179 Balang, Zaenab S.SPd, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp menjelaskan bahwa pihak sekolah hanya menjalankan aturan yang selama ini diterapkan di sekolah tersebut.

Ia mengatakan pembagian MBG memang diperuntukkan bagi siswa yang hadir di sekolah agar tidak menimbulkan kebiasaan siswa datang hanya untuk mengambil makanan tanpa mengikuti kegiatan belajar.

“Memang dari dulu aturannya begitu. Kalau tidak datang ke sekolah biasanya tidak diberikan. Kami khawatir kalau anak-anak tidak masuk sekolah tetapi datang hanya untuk mengambil makanan,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan kalau Jatah MBG Siswa yang tidak masuk Sekolah, maka jatah MBG nya di ambil Pihak Sekolah.

Zaenab juga menambahkan bahwa dirinya masih tergolong baru menjabat sebagai kepala sekolah di SDN 179 Balang sehingga masih mengikuti mekanisme yang sudah berjalan sebelumnya.

Meski sempat memanas, situasi di sekolah akhirnya kembali kondusif setelah pihak sekolah memberikan penjelasan kepada para orang tua siswa.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian masyarakat karena program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi siswa di seluruh Indonesia.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *