Takalar Bikin China Melirik! Lawi-Lawi Punaga Disebut Terbaik Dunia

TAKALAR,15menit.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Takalar membuka akses pasar internasional terus menunjukkan progres. Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China, Jenny Widjaya, turun langsung meninjau potensi unggulan daerah.

Memasuki hari kedua kunjungan, Kamis (2/4/2026), rombongan menyambangi kawasan pesisir Desa Punaga, Kecamatan Laikang, untuk melihat langsung potensi perikanan dan kelautan.

Fokus utama kunjungan ini adalah komoditas unggulan berupa rumput laut dan lawi-lawi (anggur laut) yang selama ini menjadi andalan masyarakat pesisir Takalar.

Rombongan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar Nuriksan Nurdin, Kepala Dinas Perikanan Nasaruddin Asis, Kepala Dinas Pertanian Parawangsa, Camat Laikang Marwan, serta Kepala Desa Punaga Syarifuddin.

Mereka terlihat menyusuri garis pantai untuk mengecek langsung proses budidaya hingga kualitas hasil laut yang dihasilkan warga.

Tak hanya itu, rombongan juga mengunjungi Sentra Penjualan Jagung Panaikang di Pattallassang serta lokasi pelelangan ikan Beba di Kecamatan Galesong Utara sebagai bagian dari pemetaan potensi pertanian dan perikanan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar, Nuriksan Nurdin, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas strategis LO dalam membuka pasar global.

“Tujuan kedatangan beliau sebagai LO adalah mempromosikan produk pertanian dan perikanan Takalar ke pasar domestik maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, LO tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga menggali potensi ekspor serta membuka peluang investasi.

“Beliau melihat langsung kondisi produk kita yang berpotensi menjadi komoditas ekspor, sekaligus menjajaki investor yang tertarik masuk ke Takalar,” jelasnya.

Nuriksan menambahkan, jaringan luas yang dimiliki Jenny Widjaya menjadi peluang besar bagi daerah.

“Beliau punya jaringan luas, baik di IWAPI maupun Kadin, sehingga sangat membantu membuka akses pasar,” katanya.

Selama dua hari kunjungan, berbagai komoditas diperkenalkan, mulai dari jagung hingga hasil laut.

Namun, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lawi-lawi.

“Menurut beliau, lawi-lawi kita ini termasuk yang terbaik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ungkap Nuriksan.

Selain itu, sektor perikanan Takalar juga dinilai memiliki keunikan tersendiri dengan jenis ikan yang segar dan berbeda dari daerah lain.

Bahkan, Jenny Widjaya disebut sempat mencicipi langsung hasil laut Takalar dan memberikan penilaian positif terhadap kualitasnya.

Meski mendapat apresiasi, terdapat sejumlah catatan penting dari LO, terutama terkait kebersihan lingkungan pesisir.

“Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersihan pantai karena sangat memengaruhi kualitas biota laut,” ujar Nuriksan.

Selain itu, rombongan juga meninjau sentra UMKM di Palleko yang memproduksi olahan berbahan dasar kelor dan pisang.

Menurut Nuriksan, produk UMKM Takalar memiliki potensi besar, namun masih perlu penguatan dari sisi legalitas.

“Masukannya, legalitas produk harus diperkuat agar bisa dipasarkan lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Jenny Widjaya menyampaikan optimisme besar terhadap potensi Takalar.

“Potensi Takalar sangat besar, mulai dari hasil laut, pertanian hingga UMKM. Semua punya peluang untuk masuk pasar internasional,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peningkatan standar produk, terutama dari sisi kebersihan dan kemasan.

“Produk harus memenuhi standar global, baik higienis maupun packaging agar bisa bersaing,” jelasnya.

Jenny berharap kunjungan ini dapat segera berlanjut ke tahap kerja sama konkret dengan investor.

“Kami berharap ke depan bisa masuk tahap kontrak dengan investor yang sudah mulai dijajaki,” katanya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal pembuka jalan bagi produk unggulan Takalar menembus pasar global, khususnya China, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

(Difkah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *