Takalar,15menit.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar mengimbau seluruh satuan pendidikan tingkat TK, SD hingga SMP untuk terus memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak demi mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Imbauan tersebut disampaikan melalui media edukasi bertajuk “Himbauan Budaya Sekolah Aman & Nyaman untuk Satuan Pendidikan” yang memuat berbagai poin penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, harmonis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Dody Ryan Saputra, S.IP., M.I.Kom., menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan membangun karakter sejak dini.
“Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk spiritual yang berketuhanan Yang Maha Esa, berkarakter, dan beretika untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Dalam himbauan tersebut, terdapat enam poin utama yang menjadi perhatian bersama, yakni menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, membangun budaya saling menghormati, melaporkan tindakan kekerasan, memperkuat komunikasi aktif antara guru dan orang tua, mendukung program anti kekerasan, serta mewujudkan sekolah ramah anak.
Disdikbud Takalar juga mengajak seluruh tenaga pendidik, orang tua, serta masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan pendidikan agar tetap sehat, aman, dan bebas dari tindakan yang dapat mengganggu psikologis peserta didik.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara guru, siswa, dan wali murid menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan suasana belajar yang harmonis dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian, dan rasa aman agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, cerdas, dan berakhlak baik,” tambahnya.
Melalui himbauan ini, Disdikbud Takalar berharap seluruh sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi peserta didik, tempat mereka merasa dihargai, dilindungi, dan didukung dalam meraih cita-cita.
Di akhir himbauan, masyarakat juga diajak bersama-sama membangun budaya sekolah yang positif demi menciptakan generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
(Difkah)











