Bupati Daeng Manye Silaturahmi dengan Diaspora Takalar, Bahas Investasi dan Takalar Cepat

JAKARTA,15mebit com – Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, memperkuat komunikasi dan sinergi dengan masyarakat Takalar di perantauan. Hal itu dilakukan melalui silaturahmi bersama jajaran Pengurus Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar (BPN KKTP), Jumat (21/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua Umum KKTP, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tidak ada sekat formal dalam pertemuan itu. Bupati Daeng Manye bersama para pengurus KKTP berbincang santai sembari menikmati santap malam, namun pembahasannya banyak menyentuh arah pembangunan dan masa depan Kabupaten Takalar.

Silaturahmi yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan berakhir pukul 22.30 WIB itu berlangsung kurang lebih tiga setengah jam. Canda tawa dengan bahasa Makassar turut mewarnai pertemuan, seakan para peserta sedang berbincang bersama di kampung halaman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Daeng Manye memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan sekaligus sejumlah agenda besar yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendorong percepatan pembangunan melalui semangat “Takalar Cepat.”

Salah satu agenda strategis yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan kawasan industri Takalar. Pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi dan investasi agar kawasan tersebut nantinya mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.

Selain kawasan industri, pemerintah juga mendorong pengembangan industri dan tata niaga perikanan di kawasan Pelabuhan Beba, Kecamatan Galesong. Potensi kelautan dan perikanan Takalar dinilai sangat besar dan membutuhkan pengelolaan yang lebih terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran.

“Banyak potensi Takalar yang bisa kita kembangkan. Kita ingin potensi itu tidak hanya menjadi potensi, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah,” ujar Daeng Manye.

Bupati juga memaparkan langkah pemerintah dalam melakukan digitalisasi sistem kepegawaian sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan. Digitalisasi tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem administrasi kepegawaian yang lebih cepat, transparan, efektif dan efisien.

Tidak hanya pembangunan fisik dan tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Takalar juga menyiapkan berbagai inovasi untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.

Salah satunya melalui rencana pembukaan Outlet Takalar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Outlet tersebut nantinya diharapkan menjadi etalase produk unggulan dan oleh-oleh khas Takalar bagi masyarakat yang datang maupun meninggalkan Sulawesi Selatan.

Menariknya, layanan Outlet Takalar tersebut dirancang tidak sekadar menjual produk. Pembeli nantinya dapat memanfaatkan layanan pengiriman langsung ke alamat tujuan.

Dengan demikian, masyarakat yang membeli oleh-oleh khas Takalar tidak perlu repot membawa barang tersebut selama perjalanan atau menambah beban bagasi.

“Kalau kita membeli oleh-oleh Takalar di outlet Bandara Hasanuddin, salah satu pelayanannya nanti bisa dikirim langsung ke alamat pembeli. Jadi tidak perlu repot menenteng atau menambah berat bagasi,” jelas Daeng Manye.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem ekonomi lokal sekaligus memperluas pasar produk UMKM Takalar.

Program lainnya yang turut menjadi perhatian adalah pengembangan kegiatan budaya dan tradisi masyarakat melalui acara Kaddo Minnyak di seluruh kelurahan dan desa.

Kegiatan tersebut tidak hanya dipandang sebagai agenda budaya, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi potensi lokal, memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Banyak hal yang sedang kita siapkan untuk Takalar ke depan. Kita ingin pembangunan bergerak cepat, tetapi tetap membawa identitas dan potensi yang dimiliki masyarakat Takalar,” ungkapnya.

Daeng Manye menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari visi besar membangun Takalar dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada, baik sektor industri, perikanan, pariwisata, UMKM, budaya maupun transformasi digital pemerintahan.

Karena itu, ia mengajak diaspora Takalar untuk mengambil bagian dalam proses tersebut.

“Kami sangat terbuka dengan ide, gagasan, dan investasi dari para perantau Takalar. Mari kita bangun Takalar bersama-sama,” ujar Daeng Manye.

Ia menegaskan, diaspora Takalar memiliki jaringan, pengalaman, modal, serta ikatan emosional yang kuat dengan kampung halaman.

“Kami butuh mitra. Diaspora Takalar punya jaringan, punya modal, dan punya cinta untuk Takalar. Ini saatnya kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPN KKTP H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis turut dibahas, termasuk rencana pengembangan kawasan industri yang masuk dalam daftar 44 Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo.

Selain itu, KKTP menyatakan komitmennya untuk mendukung rencana berdirinya Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), pembangunan kompleks Brimob dengan menyiapkan lahan di wilayah Mangara Bombang (Marbo), serta rencana pengembangan Kampus Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin dan Batalyon Angkatan Laut di kawasan Laikang.

Dukungan diaspora juga diarahkan pada sektor pariwisata. Warga diaspora Takalar siap membantu mempromosikan tujuh destinasi kawasan wisata unggulan Takalar agar semakin dikenal secara luas dan mampu menarik wisatawan maupun investor.

Sekretaris Jenderal KKTP A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar KKTP, terlebih menjelang Milad KKTP ke-2 yang jatuh pada 24 Agustus 2026.

“Kami KKTP menjelang Milad yang ke-2 pada 24 Agustus 2026 mendapat kado istimewa dengan kehadiran Bupati Takalar Daeng Manye beserta rombongan di kediaman Ketua Umum KKTP,” kata Muktadir.

Ia menyebut, suasana silaturahmi yang berlangsung selama berjam-jam tersebut terasa begitu cair dan penuh keakraban. Bupati Daeng Manye bahkan lebih banyak diberi kesempatan untuk memaparkan program-program pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum KKTP H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, Sekjen A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung, serta jajaran Dewan Penasehat dan Pengurus BPN KKTP, di antaranya Drh. Hasbullah Dg Nyikko, Ir. Imran Rasyid Dg Awing, Taufik Anwar Dg Sijaya, Musaeni Dg Boko, Nurhaedah Ende Dg Kebo, Elty Sukesih Dg Lebang dan Dede S. Laela Dg Rannu.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten Takalar, Bupati Daeng Manye didampingi M. Iqbal selaku Asisten Pemerintahan dan Ekonomi serta Nasaruddin selaku Kepala Dinas Perikanan.

Muktadir berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan biasa, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat Takalar.

“Silaturahmi ini awal. Semoga ada tindak lanjut nyata untuk pa’rasangta,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Bupati Daeng Manye mengundang jajaran Pengurus BPN dan BPW KKTP untuk berkunjung langsung ke Kabupaten Takalar. Undangan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi diaspora untuk melihat dari dekat perkembangan pembangunan dan berbagai potensi investasi yang kini tengah dikembangkan pemerintah daerah.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan Pemerintah Kabupaten Takalar dengan diaspora, sekaligus membuka ruang kolaborasi dan investasi dalam mewujudkan berbagai agenda besar pembangunan.

Dengan semangat “Takalar Cepat”, berbagai program tersebut diharapkan mampu membawa Takalar bergerak lebih cepat menuju daerah yang maju, produktif, berdaya saing, dan sejahtera, tanpa meninggalkan identitas serta kekuatan budaya masyarakatnya.

(Difkah)

Penulis: Difkah Editor: Redaksi 15menit.com