TAKALAR,15menit.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Takalar menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya peran aparatur negara dalam membangun masa depan generasi bangsa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Muhammad Hasbi mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar aparatur pemerintahan, tetapi memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Hasbi sebelum membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi pada Upacara Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026.
Upacara berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/7/2026).
Muhammad Hasbi bertindak sebagai inspektur upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wita dan diikuti sekitar 1.000 ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.
Dalam kesempatan tersebut, Hasbi terlebih dahulu menyampaikan pesan kepada anak-anak dan para orang tua yang hadir dalam peringatan Hari Anak Nasional.
Ia mengajak anak-anak untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, serta menghormati orang yang lebih tua.
Sementara kepada para orang tua, Hasbi mengingatkan bahwa membesarkan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan materi.
Menurutnya, kehadiran, perhatian, pelukan, komunikasi, serta pendidikan yang baik merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan masa depan anak.
“Selamat Hari Anak Nasional untuk seluruh anak Indonesia. Tumbuhlah menjadi anak yang sehat, rajin belajar, dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” pesan Hasbi.
Dalam kesempatan itu, Hasbi juga menyinggung keberhasilan Kabupaten Takalar meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama.
Ia berharap berbagai program pembangunan yang berorientasi pada keluarga, anak, hingga pemuda terus diperkuat di masa mendatang.
ASN Hadir Melayani Masyarakat
Sebelum membacakan amanat menteri, Muhammad Hasbi turut menanggapi pandangan yang menyebut ASN tidak memiliki manfaat bagi negara.
Ia menilai pandangan tersebut keliru karena ASN memiliki peran penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang mengatakan ASN tidak berguna itu keliru. Justru ASN-lah yang menjalankan seluruh layanan kepada masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” kata Muhammad Hasbi.
Ia menjelaskan ASN berperan dalam menyusun peraturan daerah, merancang program kerja pemerintah, menyusun regulasi, hingga mendukung penyusunan berbagai kebijakan di tingkat pusat dan daerah.
Selain itu, ASN juga berkontribusi dalam pengelolaan pendapatan negara maupun daerah melalui pelayanan perpajakan, retribusi, dan administrasi pemerintahan.
“Kalau begitu, ASN-lah yang sangat bermanfaat bagi negara ini,” tegasnya.
Menurut Hasbi, keberadaan ASN tidak dapat dipisahkan dari berbagai pelayanan yang dibutuhkan masyarakat setiap hari.
Mulai dari pelayanan administrasi, pendidikan, kesehatan, pembangunan, hingga berbagai layanan pemerintahan lainnya, semuanya membutuhkan aparatur yang profesional dan bertanggung jawab.
Usai menyampaikan pengantar tersebut, Muhammad Hasbi kemudian membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026.
ASN Pendidikan Bangga Mengabdi
Terpisah, seorang ASN di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Syahrul Aidid, mengaku bangga menjadi bagian dari aparatur pemerintah.
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
Ia mengatakan setiap ASN bekerja dengan kedisiplinan yang jelas, mulai dari absensi digital hingga pelaksanaan tugas sesuai jam kerja yang telah ditetapkan pemerintah.
“ Saya sebagai ASN sangat bangga dengan kinerja dan karier selama mengabdi karena kami bekerja sesuai aturan. Kami datang ke kantor pukul 07.30 Wita, melakukan absensi digital, lalu memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat dan para guru dengan penuh tanggung jawab,” ujar Syahrul.
Ia menyebut pelayanan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berlangsung cukup padat setiap hari.
Berbagai layanan diberikan, mulai dari perubahan data, kelengkapan berkas, pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi guru, uji kompetensi kenaikan jenjang jabatan guru, hingga berbagai layanan administrasi lainnya.
Pelayanan tersebut dilakukan secara daring maupun luring dengan mengedepankan profesionalisme dan sikap ramah kepada masyarakat serta para tenaga pendidik.
Menurut Syahrul, pelayanan di instansinya setiap hari melayani sekitar 20 hingga 30 orang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Takalar.
Mereka terdiri atas guru ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun tenaga honorer yang mengurus berbagai kebutuhan administrasi kepegawaian dan pendidikan.
“Kami terus mendukung jalannya pemerintahan, pembangunan nasional, dan pelayanan kepada masyarakat. Tantangan yang ada menjadi dorongan untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan sehingga manfaat ASN benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia berharap pandangan negatif terhadap ASN dapat berubah melalui peningkatan kualitas pelayanan yang konsisten dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“ASN bukan sekadar aparatur yang bekerja di balik meja. ASN adalah bagian penting dari pemerintahan yang setiap hari hadir untuk memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
(Difkah)












