TAKALAR,15menit.com — Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri peresmian pengoperasian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi di kawasan Indonesia Timur.
Peresmian tersebut berlangsung di Dapur SPPG Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur (Poltim), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau kesiapan Dapur SPPG dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bersama jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait.
Dalam kunjungannya, Sudaryono meninjau secara langsung kesiapan infrastruktur, proses pengolahan makanan, hingga sistem distribusi makanan dari dapur pelayanan gizi kepada penerima manfaat.
Ada tiga aspek utama yang menjadi perhatian Kepala BGN, yakni standar higienitas dan kelayakan fasilitas, pemanfaatan produk lokal, serta ketepatan waktu distribusi.
Dari sisi higienitas, seluruh peralatan, area pengolahan, hingga proses memasak harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan sehingga makanan yang disalurkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, tetap aman dan berkualitas.
Sementara dari sisi bahan baku, BGN mendorong agar Dapur SPPG memanfaatkan produk lokal seperti beras, telur, sayuran, hasil peternakan dan perikanan masyarakat Takalar.
Pemanfaatan produk lokal tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan petani, peternak dan nelayan.
Aspek berikutnya adalah distribusi tepat waktu. Alur logistik terus disempurnakan agar makanan dapat diterima sekolah dan titik penyaluran dalam kondisi baik, sesuai standar pelayanan yang ditetapkan.
Kepala BGN juga menegaskan pentingnya sinergi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan ketersediaan bahan baku utama program, mulai dari beras, telur, sayuran hingga daging.
Dengan dukungan produksi pangan daerah, kebutuhan bahan baku diharapkan dapat dipenuhi secara berkelanjutan dan melibatkan potensi pangan lokal.
Kehadiran Dapur SPPG di Kecamatan Polongbangkeng Timur mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Takalar dan masyarakat.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting.
Di sisi lain, keberadaan SPPG juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui peningkatan penyerapan produk pertanian, peternakan dan perikanan lokal.
Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
(Difkah)












