TAKALAR,15menit.com — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin langsung Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar di Lapangan Kantor Bupati Takalar, Kamis (22/10/2026).
Peringatan tahun ini terasa istimewa karena Pemerintah Kabupaten Takalar menghadirkan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pesantren untuk menunjukkan potensi, kreativitas, serta kontribusinya dalam membangun generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan lima agenda utama, yakni Apel Santri, Pawai Santri, Pameran Potensi Pesantren, Pagelaran Seni Santri, dan Seminar Kepesantrenan.
Berbagai agenda tersebut dirancang untuk menampilkan kekayaan potensi pesantren, mulai dari bidang pendidikan dan keagamaan hingga seni, kreativitas, serta pengembangan wawasan para santri.
Pawai santri dan pagelaran seni diharapkan menghadirkan suasana meriah sekaligus memperlihatkan bakat generasi muda pesantren. Sementara itu, pameran potensi pesantren menjadi kesempatan bagi lembaga pendidikan Islam untuk memperkenalkan program, karya, dan keunggulan masing-masing kepada masyarakat.
Adapun seminar kepesantrenan diharapkan menjadi ruang berbagi gagasan dan memperluas wawasan mengenai peran pesantren dalam menjawab tantangan zaman.
Gagasan Bupati Daeng Manye Perkuat Peran Santri
Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar merupakan gagasan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pesantren dalam memperkenalkan potensi dan kontribusinya kepada masyarakat.
Pesantren selama ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta semangat kebangsaan.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Takalar diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama, pengelola pesantren, para santri, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan keagamaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa santri merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa.
Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mampu mendorong pondok pesantren terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berkarakter, kreatif, berprestasi, dan berdaya saing.
Bukan Sekadar Seremoni, Jadi Ruang Kreativitas dan Silaturahmi
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Takalar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga ruang edukasi, kreativitas, dan silaturahmi antarpesantren.
Melalui lima agenda utama yang disiapkan, festival ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kontribusi santri dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan daerah.
Semangat Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Dengan hadirnya Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap potensi pesantren semakin dikenal luas dan generasi santri semakin percaya diri untuk berkarya, berinovasi, serta mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.
(Difkah)












