MAKASSAR,15menit.com – Proyek pengerukan dan perbaikan saluran drainase di Jalan Abd. Kadir mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai penting untuk mengurangi genangan air dan meningkatkan fungsi drainase.
Namun, pelaksanaannya di lapangan justru menuai sorotan akibat banyaknya lumpur yang berceceran di badan jalan dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga mengeluhkan tumpahan lumpur yang berasal dari truk enam roda pengangkut material hasil pengerukan. Lumpur yang tercecer di sepanjang ruas jalan membuat permukaan aspal menjadi licin, terutama saat terkena air, sehingga diduga telah menyebabkan beberapa pengendara sepeda motor terjatuh.
“Programnya kami dukung karena drainase memang perlu dibersihkan. Namun cara pengerjaannya harus lebih profesional. Jangan sampai proyek yang bertujuan memberi manfaat justru membahayakan masyarakat,” ujar seorang warga kepada wartawan.
Menurut warga, tumpahan material dari kendaraan proyek bukan hanya terjadi sekali, melainkan berulang kali setiap truk pengangkut melintas. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap proses pengangkutan material.
Warga menilai pelaksana proyek seharusnya menerapkan standar keselamatan kerja secara maksimal, mulai dari memastikan muatan truk tidak meluber, menggunakan penutup muatan, membersihkan badan jalan secara berkala, hingga memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi pekerjaan.
Di sisi lain, masyarakat tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan normalisasi dan rehabilitasi drainase sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.
Meski demikian, mereka menegaskan bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari sejauh mana keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga selama proses pelaksanaan.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat kurangnya pengawasan di lapangan. Proyek pemerintah harus memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko baru,” kata warga lainnya.
Karena itu, masyarakat meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama pihak kontraktor segera mengambil langkah konkret dengan memperketat pengawasan terhadap kendaraan proyek, memastikan seluruh truk menggunakan penutup muatan yang memadai, serta segera membersihkan material yang tercecer di badan jalan.
Warga juga berharap dilakukan evaluasi terhadap mekanisme pengangkutan hasil pengerukan agar kejadian serupa tidak terus berulang di berbagai lokasi proyek.
Bagi masyarakat, pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan yang harus didukung. Namun pelaksanaannya juga harus mengedepankan aspek keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan pengguna jalan, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko baru bagi publik.
(Tim)












