BEIJING, CHINA,15menit.com — Bupati Takalar, ir Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin delegasi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing guna memperkenalkan potensi daerah sekaligus menjajaki peluang investasi dari China.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperluas jejaring kerja sama internasional serta membuka peluang investasi yang berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Bupati Daeng Manye menegaskan pentingnya mendorong hilirisasi sumber daya alam di Kabupaten Takalar.
“Hal ini penting agar hasil sumber daya alam tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah serta menghasilkan produksi dengan kualitas yang dipersyaratkan para pengimpor,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari kerja sama dalam kerangka asosiasi pertukaran internasional yang terhubung dengan program Belt and Road Initiative, sebagai upaya membuka akses investasi dan kolaborasi lintas negara.
Delegasi Takalar turut memaparkan sejumlah sektor unggulan yang berpotensi dikembangkan bersama investor, di antaranya industri pengolahan hasil laut, pertanian modern, energi terbarukan, serta pengembangan kawasan industri terpadu berbasis pesisir.
Kunjungan Bupati Takalar bersama delegasi diterima langsung oleh perwakilan KBRI Beijing, Anindityo Adi Primasto selaku Counsellor of Economic Affairs.
Dalam pertemuan tersebut, pihak KBRI menyambut positif langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Takalar dan menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi dengan calon investor di China.
KBRI juga memberikan sejumlah masukan strategis, mulai dari pentingnya penyusunan proposal investasi yang kompetitif, kepastian regulasi, hingga kesiapan infrastruktur guna menarik minat investor asing.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama konkret antara Takalar dan mitra dari China, sekaligus mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis, melalui keterlibatan langsung kepala daerah dan dukungan KBRI, potensi daerah dapat lebih dikenal di tingkat internasional serta mampu menarik minat investor global demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat
(Difkah)












