Takalar, 15menit.com – Gebrakan cepat ditunjukkan Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Kepala Dinas, Dody Riyan Saputra. Baru beberapa hari sejak dilantik oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye pada 23 April 2026, kebijakan strategis langsung diluncurkan untuk mendorong perbaikan kualitas pendidikan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Takalar pun menjadi kabupaten pertama di lingkup Dinas Pendidikan se-Sulawesi Selatan yang menginisiasi kebijakan ini.
Program BSAN hadir sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan perundungan. Selain itu, kebijakan ini juga menekankan pentingnya menghadirkan suasana sekolah yang ramah dan menyenangkan bagi peserta didik.
Peluncuran kebijakan ini turut mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Dalam kegiatan yang berlangsung di BBPMP, hadir perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni asisten menteri dan deputi kementerian, yang memberikan dukungan terhadap langkah progresif Pemerintah Kabupaten Takalar.
Dody Riyan Saputra menegaskan, penerbitan SK tersebut merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mempercepat transformasi pendidikan yang berorientasi pada kualitas dan karakter.
“Alhamdulillah, Takalar menjadi kabupaten pertama yang menerbitkan SK Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Sulawesi Selatan. Ini adalah bentuk komitmen Bapak Bupati Daeng Manye sekaligus langkah awal membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.(06/05)
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar dan Kepala Bapperida yang turut mendampingi kegiatan di BBPMP, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kemendikdasmen dan para Kepala Dinas Pendidikan se-Sulawesi Selatan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari lingkungan yang mampu mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.
“Mari kita bersama-sama membudayakan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Ini adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, tenaga pendidik, maupun masyarakat,” tambahnya.
Program BSAN diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter, beretika, bermoral, dan berintegritas.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis mampu melahirkan generasi unggul sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan gebrakan awal ini, Dinas Pendidikan Takalar menegaskan komitmennya dalam menghadirkan transformasi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada keamanan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah.
(Difkah)









