Takalar,15menit.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia dijadwalkan meluncurkan Program Sekolah Rakyat pada Juli 2025 sebagai langkah strategis meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem di Indonesia.
Program tersebut turut menjadi pembahasan dalam Talkshow “Takalar Menyapa” yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Takalar dengan menghadirkan Kepala SRMP 31 Takalar sebagai narasumber.
Dalam talkshow tersebut dijelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pemerataan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan belajar yang sama serta mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai tujuan pendidikan nasional.
Pemerintah telah menetapkan sebanyak 53 lokasi Sekolah Rakyat di berbagai daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, di antaranya wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Papua, hingga Jawa Timur. Seluruh sekolah nantinya menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama sehingga proses pembinaan akademik maupun karakter siswa dapat dilakukan secara lebih intensif.
Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap. Para siswa akan mendapatkan tempat tinggal, konsumsi, seragam sekolah, perlengkapan belajar, hingga pendampingan penuh dari tenaga pendidik selama mengikuti pendidikan.
Untuk mendukung keberlangsungan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp100 miliar untuk setiap sekolah. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur, operasional sekolah, pemenuhan kebutuhan siswa, serta penyediaan tenaga pendidik yang berkualitas.
Dengan dukungan anggaran besar tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan standar pendidikan yang setara dengan sekolah unggulan lainnya di Indonesia.
Tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, Sekolah Rakyat juga menitikberatkan pada pendidikan karakter dan keterampilan hidup. Kurikulum yang diterapkan menggabungkan pembelajaran akademik dengan keterampilan vokasi agar siswa memiliki bekal memasuki dunia kerja dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.
Selain itu, siswa juga akan dibekali pelatihan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, serta manajemen waktu. Pemerintah bahkan menggandeng berbagai perguruan tinggi dan dunia industri untuk memberikan pembinaan kepada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja setelah lulus.
Kepala SRMP 31 Takalar dalam talkshow tersebut juga menjelaskan bahwa proses pendaftaran Sekolah Rakyat dilakukan melalui seleksi ketat agar program benar-benar tepat sasaran.
“Calon siswa wajib terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang berada pada desil 1 dan desil 2 atau kelompok ekonomi terbawah,” jelasnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
(Difkah)










