TAKALAR,15menit.com – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menggelar rapat koordinasi bersama seluruh camat dan kepala desa se-Kabupaten Takalar, Senin (5/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar. Pertemuan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Takalar bersama pemerintah desa untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu poin penting yang menjadi pembahasan dalam rapat tersebut yakni terkait pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) kepala desa dan perangkat desa.
Bupati Daeng Manye secara tegas meminta jajaran terkait segera menindaklanjuti proses pembayaran Siltap kepala desa dan perangkat desa.
Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) serta Kepala BKAD Kabupaten Takalar agar segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan sehingga pembayaran Siltap dapat segera dicairkan.
Menurut Daeng Manye, koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa sangat penting agar berbagai persoalan yang muncul di tingkat desa dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kesamaan pola pikir, kesepahaman, serta cara pandang seluruh jajaran pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
«“Saya ingin seluruh aparat jajaran, khususnya desa, satu pola pikir, satu kesepahaman, satu cara pandang, satu mindset. Makanya kita berkumpul, termasuk apel tadi, itu bagian dari meneruskan semuanya,” ujar Daeng Manye.»
Ia mengingatkan bahwa menjalankan amanah sebagai pejabat pemerintahan merupakan bagian dari harga diri dan kehormatan yang harus dijaga melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Dalam satu bingkai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kunci dari semua proses adalah keuangan,” tegasnya.
Daeng Manye juga mengajak para kepala desa untuk tidak ragu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten ketika menghadapi persoalan teknis, terutama persoalan yang memiliki kompleksitas dan berdampak terhadap masyarakat.
Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda. Karena itu, penyelesaian persoalan desa tidak bisa dilakukan dengan satu pendekatan yang sama.
“Cara pandang masing-masing kepala desa ini tidak sama. Semuanya punya kondisi desa masing-masing. Ketika diangkat ke atas, beda cerita, beda latar belakang. Walaupun sama-sama tentang pertanian, tetapi latar belakangnya juga berbeda,” jelasnya.
Karena itu, Bupati meminta seluruh kepala desa membangun komunikasi yang lebih intensif dan mengedepankan kebersamaan.
“Mari kita saling berkoordinasi, saling berkomunikasi, satu paparan, satu amalan, satu ikatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Daeng Manye juga menyinggung pentingnya kekompakan organisasi kepala desa, termasuk APDESI. Ia berharap tidak ada lagi perbedaan yang dapat mengganggu soliditas pemerintah desa di Kabupaten Takalar.
“Kuncinya kekompakan, kebersamaan. Karena saya juga berpihak kepada masyarakat, berpihak kepada desa,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang komunikasi dengan pemerintah desa untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Jadi tidak ada lagi… ya, semangat!” serunya yang disambut tepuk tangan para kepala desa.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat sinergi Pemkab Takalar dan pemerintah desa, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan aparatur desa, termasuk pembayaran Siltap kepala desa dan perangkat desa.
(Difkah)












