TAKALAR,15menit.com — Langkah Kabupaten Takalar dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan World Bank.
Hal itu ditandai dengan kunjungan tim Kemenkes dan World Bank ke Puskesmas Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Kamis (8/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam melihat secara langsung kesiapan Puskesmas Mangarabombang untuk menjadi pilot project I-STEP (Indonesia Supporting Tuberculosis Elimination), sekaligus melakukan pendampingan dan pembelajaran terkait implementasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta kesiapan infrastruktur digitalisasi pelayanan kesehatan.
Tim Kemenkes dan World Bank hadir bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar. Turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr. Hj. Nilal Fauziah, Plt. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Plt. Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), serta sejumlah jajaran Dinas Kesehatan.
Di tingkat puskesmas, rombongan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Mangarabombang Herianto Ali bersama jajaran.
Rangkaian kunjungan diawali dengan pemaparan dari Puskesmas Mangarabombang mengenai gambaran umum kondisi puskesmas, dilanjutkan presentasi program penanggulangan TBC serta implementasi CKG, baik pelayanan di dalam gedung maupun kegiatan pelayanan di luar gedung.
Assamaturu Bebas TBC, Inovasi Dinkes Takalar Perkuat Gerakan Eliminasi
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dalam memperkuat inovasi “Assamaturu Bebas TBC”, yang menjadi salah satu inovasi Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj. Nilal Fauziah dalam mendorong percepatan penanggulangan TBC di Kabupaten Takalar.
Semangat Assamaturu, yang berarti bergerak bersama, menjadi pendekatan penting dalam memperluas upaya penemuan kasus TBC hingga ke tengah masyarakat.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat skrining, tracing, penemuan suspek, pencegahan penularan, hingga memastikan masyarakat yang terdiagnosis TBC mendapatkan pengobatan secara tepat dan tuntas.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan TBC tidak hanya bertumpu pada pelayanan di dalam gedung puskesmas, tetapi juga aktif menjangkau masyarakat melalui kegiatan lapangan.
Kemenkes-World Bank Turun Langsung ke Masyarakat
Selain melihat pelayanan di Puskesmas Mangarabombang, tim Kemenkes dan World Bank juga turun langsung melihat kegiatan kesehatan masyarakat.
Rombongan mengunjungi Posyandu Bunga Anggrek di Desa Bangae untuk melihat pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Selanjutnya, tim meninjau kegiatan tracing TBC di Kantor Desa Bangae yang melibatkan sekitar 100 sasaran masyarakat untuk mendapatkan skrining dan intervensi sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana upaya penemuan dini kasus TBC mulai diperkuat dari tingkat fasilitas kesehatan hingga ke lingkungan masyarakat.
Meningkatnya cakupan skrining dan penemuan suspek TBC diharapkan dapat membuat penanganan penyakit tersebut semakin terukur, sehingga masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dapat segera ditindaklanjuti.
Mangarabombang Disiapkan Jadi Pilot Project
Bagi Puskesmas Mangarabombang, kunjungan Kemenkes dan World Bank menjadi momentum strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendukung target eliminasi TBC di Kabupaten Takalar.
Kepala Puskesmas Mangarabombang Herianto Ali menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Kemenkes, World Bank, serta Kepala Dinas Kesehatan bersama jajaran menjadi dukungan penting bagi puskesmas dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Terlebih, Puskesmas Mangarabombang diproyeksikan menjadi salah satu pilot project I-STEP, sehingga penguatan sistem pelayanan, program TBC, CKG, dan digitalisasi menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan.
Ada Rencana Dukungan Fasilitas X-Ray
Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Kesehatan juga disebut merencanakan dukungan berupa fasilitas X-Ray atau foto rontgen untuk memperkuat proses penegakan diagnosis penyakit di puskesmas.
Dukungan fasilitas diagnostik tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan Puskesmas Mangarabombang dalam mendeteksi penyakit, termasuk mendukung percepatan penemuan kasus TBC.
Bagi Takalar, penguatan sarana dan program kesehatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju target Takalar Bebas TBC.
Melalui kolaborasi Kemenkes, World Bank, Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah desa, kader, dan masyarakat, semangat Assamaturu Bebas TBC terus didorong agar menjadi gerakan bersama.
Menemukan lebih dini, mengobati sampai tuntas, memutus mata rantai penularan—menjadi langkah bersama menuju Takalar Bebas TBC.
(Isk)












