BRI, BUMN  

BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Salurkan KUR Terbesar dan Perluas Pemberdayaan UMKM Hingga Ultra Mikro

MAKASSAR,15menit.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya sebagai bank yang konsisten mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan usaha, hingga penyediaan layanan perbankan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyasar pelaku UMKM di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar, D. Argo Prabowo, mengatakan bahwa dukungan terhadap sektor UMKM merupakan prioritas utama BRI karena menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan lapangan kerja.

“Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional adalah terus mendorong penciptaan lapangan kerja, khususnya pada segmen UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas,” ujar D. Argo Prabowo.

Sejak program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diluncurkan pemerintah pada 2007, BRI secara konsisten menjadi bank penyalur KUR terbesar di Indonesia. Hingga periode Januari–Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi KUR tahun 2026 sebesar Rp180 triliun.

Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produktif dengan porsi mencapai 67,18 persen. Sementara sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai Rp35,91 triliun. Capaian tersebut semakin mempertegas posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sekaligus mendukung program prioritas Pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita.

Menurut D. Argo Prabowo, BRI tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga membangun kapasitas pelaku UMKM agar semakin siap berkembang dan memperoleh akses pembiayaan yang sehat.

Berbagai bentuk pendampingan dilakukan melalui edukasi kewirausahaan, peningkatan kemampuan administrasi dan manajerial usaha, perluasan akses terhadap informasi, pasar, teknologi, hingga pendanaan. Selain itu, BRI juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) agar UMKM mampu tumbuh secara profesional dan berkelanjutan.

Tak hanya menyasar pelaku UMKM, BRI juga memperluas jangkauan layanan kepada pelaku usaha ultra mikro (UMi) yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Melalui Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan BRI bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), masyarakat kini memperoleh layanan keuangan yang lebih terintegrasi dalam satu ekosistem. Konsep empower, integrate, dan upgrade menjadi strategi BRI untuk membantu pelaku usaha ultra mikro naik kelas hingga mampu berkembang menjadi usaha yang lebih besar.

Selain memperkuat pembiayaan, BRI juga terus memperluas layanan perbankan melalui jaringan kantor, layanan digital, serta Agen BRILink yang tersebar hingga pelosok daerah.

Di wilayah Regional Office Makassar, BRI saat ini didukung lebih dari 433 unit kerja yang melayani wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Jaringan tersebut terdiri atas 37 Kantor Cabang, 27 Kantor Cabang Pembantu, 348 BRI Unit, 18 Kantor Kas, dan 3 Teras BRI.

Layanan tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan 59.441 Agen BRILink, mesin EDC, ATM, CRM, merchant QRIS, serta berbagai layanan e-channel yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan kapan pun dan di mana pun.

Dengan strategi pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha hingga perluasan akses layanan keuangan, BRI terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mitra utama bagi jutaan pelaku UMKM di Indonesia.

(Difkah)